Baik pompa penggerak magnetik maupun pompa sentrifugal termasuk dalam kategori pompa sentrifugal, yang banyak digunakan dalam aplikasi transfer fluida industri. Keduanya memanfaatkan gaya sentrifugal untuk meningkatkan energi kinetik fluida dan tekanan, namun keduanya memiliki banyak perbedaan. Artikel ini memberikan analisis mendalam tentang perbedaan antara pompa penggerak magnetik vs pompa sentrifugal. Kami akan membandingkan secara komprehensif prinsip kerja, struktur, area aplikasi, kelebihan, dan kekurangannya. Hal ini akan membantu Anda memahami dengan jelas cara membuat pilihan yang paling tepat berdasarkan karakteristik media, persyaratan keselamatan, dan anggaran Anda. Lanjutkan membaca untuk menemukan solusi pemompaan yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek Anda.

Prinsip Kerja
Pompa Penggerak Magnetik: Pompa penggerak magnetik memanfaatkan prinsip kopling magnetik untuk mentransmisikan daya. Saat motor beroperasi, motor menggerakkan rotor magnet luar untuk berputar dengan kecepatan tinggi. Melalui interaksi medan magnet, rotor magnet bagian dalam di dalam selongsong isolasi berputar secara serempak, sehingga menggerakkan impeler untuk melakukan gerakan sentrifugal. Struktur transmisi tertutup pada dasarnya menghilangkan risiko kebocoran. Meskipun pompa penggerak magnetik menggunakan metode transmisi yang berbeda, pompa ini masih termasuk dalam kategori pompa sentrifugal, semuanya mengandalkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh rotasi impeler untuk mengalirkan cairan.
Pompa Sentrifugal: Sebagai peralatan transfer fluida yang paling umum, pompa sentrifugal beroperasi berdasarkan efek sentrifugal yang dihasilkan oleh rotasi impeler. Ketika motor menggerakkan poros pompa untuk memutar impeler dengan kecepatan tinggi, fluida terlempar dari pusat impeler ke pinggirannya di bawah gaya sentrifugal. Selama proses ini, energi kinetik dan tekanan fluida terus meningkat, yang pada akhirnya membentuk aliran aliran yang stabil yang dikeluarkan melalui outlet. Metode konversi energi yang sangat efisien ini menjadikannya jenis pompa yang paling banyak digunakan dalam aplikasi industri.
Struktur
Pompa penggerak magnetik: Pompa magnetik terutama terdiri dari dua bagian: bagian penggerak (termasuk motor dan magnet eksternal) dan bagian transmisi (termasuk magnet internal dan impeler). Transmisi daya dicapai melalui kopling magnetik antara dua bagian, tanpa memerlukan struktur segel poros tradisional, penyegelan yang baik, dan bebas bocor.

Pompa sentrifugal: Pompa sentrifugal biasanya terdiri dari impeler, badan pompa, poros pompa, bantalan, cincin penyegel, dan bagian lainnya. Diantaranya, sebagai komponen penting untuk memblokir kebocoran cairan, segel dapat gagal karena keausan atau korosi media selama operasi jangka panjang, menyebabkan masalah kebocoran.

Aplikasi
Pompa Penggerak Magnetik: Menampilkan desain tanpa poros yang sepenuhnya menghilangkan risiko kebocoran, pompa penggerak magnetik menawarkan ketahanan korosi yang sangat baik. Pompa ini sangat cocok untuk mengalirkan media yang mudah terbakar, meledak, beracun, atau sangat korosif. Pompa ini banyak digunakan dalam proses berisiko tinggi dan kemurnian tinggi seperti penyulingan minyak bumi, bahan kimia, biofarmasi, perawatan permukaan, dan teknik lingkungan.
Pompa Sentrifugal: Pompa sentrifugal memiliki konstruksi mekanis yang kuat, kinerja operasional yang stabil, dan kemampuan beradaptasi yang sangat baik untuk berbagai kondisi, menjadikannya salah satu perangkat transfer fluida yang paling banyak digunakan. Pompa ini banyak digunakan dalam proses industri, irigasi pertanian, pasokan air dan drainase kota, proteksi kebakaran gedung, dan sistem HVAC.



















